Tamako, KEPULAUAN SANGIHE
Prov. SULAWESI UTARA
082293630437
Kampungbinala5@gmail.com
Peran kaum muda, sebagai sosok yang dinamis, optimis dan penuh semangat kerja, diharapkan bisa membawa ide-ide segar, pemikiran-pemikiran kreatif dan inovatif, sehingga dunia tidak selalu dihadapkan pada hal-hal zaman old. Dengan kata lain generasi muda harus menjadi pelopor, penggerak dan pemimpin masa depan yang lebih baik dari pemimpin masa kini. Ada banyak ruang bagi pemuda untuk melaksanakan peran dan kiprahnya, diantara banyak ruang yang dimiliki oleh pemuda, peran aktif pemuda zaman now dalam membangun Kampung juga sangat diperlukan kiprahnya.
Pemuda menyimpan potensi besar untuk memimpin pembangunan di Kampung. Mereka dapat menjadi kunci keberlanjutan pembangunan dengan pemikiran-pemikiran Zaman Now. Aktivitas pemuda milenials saat ini, sangat dekat dengan kecepatan informasi dan perkembangan teknologi. Hal tersebut diyakini menjadi modal besar bagi para pemuda untuk tidak lagi cuek-cuek bebek terhadap pembangunan di Kampungnya. Selain itu lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa pun menjadi dasar bahwa kini Kampung adalah subjek pembangunan itu sendiri. Kegiatan dan kelembagaan kepemudaan Kampung pun bisa menjadi media yang efektif untuk berkumpul, saling berbagi inspirasi, dan membuat kreatifitas, yang tentunya sambil “ngopi”.
Dalam membangun sebuah Kampung tugas pemuda tidaklah gampang, karena permasalahan Kampung yang begitu kompleks, pemuda harus mampu menciptakan Inovasi yang tepat agar semangat perubahan dalam membangun Kampung tidak berbenturan dengan budaya dan adat istiadat Kampung, bukan tak mungkin permasalahan akan muncul dari para kaum tua Kampung yang mungkin adanya miss persepsi dengan cita-cita pemuda Kampung itu sendiri. Dalam rangka menjadi pegiat Kampung pemuda harus mampu membangun sinergi, bekerja sama, hal itu tidaklah mudah karena akan membutuhkan komitmen dan konsisten terhadap komitmen itu sendiri. Selain itu kepercayaan diri dari pemuda Kampung pun harus terus ditingkatkan. Jangan malu jadi orang Kampung, karena tanpa Kampung, masyarakat kota tidak bisa apa-apa.
Lalu Pertanyaannya sekarang adalah, peran apa yang harus dilakukan oleh pemuda dalam membangun Kampung ?
Peran pemuda yang pertama adalah memperdalam ilmu dan pulang kembali ke Kampung untuk menyampaikannya ke masyarakat. Riilnya adalah seperti ini, jika seorang bersekolah maka hendaklah bersungguh-sungguh dan mengerti apa tujuan utama ia bersekolah. Yaitu melakukan perbaikan diri. Selain itu, kaum muda perlu mengasah kemampuan reflektif dan kebiasaan bertindak efektif. Perubahan hanya dapat dilakukan karena adanya agenda refleksi dan aksi secara sekaligus. Daya refleksi kita bangun berdasarkan literasi yang baik dalam arti fisik melalui buku, bacaan virtual/literasi digital melalui dukungan teknologi informasi maupun bacaan kehidupan melalui pergaulan dan pengalaman di tengah masyarakat. Makin luas dan mendalam sumber-sumber bacaan dan daya serap informasi yang kita terima, makin luas dan mendalam pula daya refleksi yang berhasil kita asah. Karena itu, faktor pendidikan dan pembelajaran menjadi sangat penting untuk ditekuni oleh setiap kaum muda.
Di samping kemampuan reflektif, kaum muda juga perlu melatih diri dengan kebiasaan untuk bertindak, mempunyai agenda aksi, dan benar-benar bekerja dalam arti yang nyata. Kemajuan sebuah Kampung tidak hanya tergantung kepada “Gagasan dan Narasi” yang dibangun saja, tetapi juga agenda aksi “Karya” yang nyata.
Hal lain yang juga perlu dikembangkan menjadi kebiasaan di kalangan kaum muda ialah kemampuan untuk bekerja teknis bukan semata-mata dalam tataran konseptual yang bersifat umum dan sangat abstrak karena masyarakat Kampung tidak butuh semua itu. Untuk berperan produktif di masa kini dan masa depan, hendaklah pemuda melengkapi diri dengan kemampuan yang bersifat teknis dan mendetil, lalu hasil yang ia capai hendaknya tidak hanya semata-mata digunakan untuk mencari harta, tapi juga untuk pengabdian. Ia tularkan ilmu yang telah didapatkannya kepada masyarakat, baik anak-anak maupun dewasa sesuai dengan kapasitas dan daya tangkap masyarakatnya. Agar dapat menjamin benar-benar terjadinya perbaikan dalam kehidupan masyarakat Kampung.
Peran kedua adalah menjadi wakil terdepan dalam berbagai ajang kompetisi masyarakat. Kompetisi di sini tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebatas perlombaan. Tetapi bagaimana pemuda memiliki daya saing yang handal dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Sehingga Kampung ini diperhitungkan oleh masyarakat lain maupun pemerintah, karena kualitas dan kuantitas pemuda yang ada.
Peran Ketiga, Ikut aktif dalam berorganisasi dan mengorganisir diri dalam lembaga kemasyarakatan Kampung yang bisa menjadi wadah bagi teman-teman pemuda untuk berdinamika, menyalurkan ide, berkreasi dalam bidang Olah Raga, Seni Budaya, Wirausaha dan mengabdikan dirinya pada bidang laiinya.
Peran Keempat, Membangun sinergi dengan para sesepuh Kampung dan perangkat Kampung. Hal ini sangatlah perlu karena dalam sebuah Kampung sudah ada tatanan dan perundang - undangan yang mengikat baik tertulis maupun tidak tertulis, keberadaan kaum sesepuh kadangkala akan menjadi penghambat gerakan pemuda jika tidak ada pendekatan yang mengedepankan rasa sehingga para tokoh memahami akan tujuan gerakan kaum muda itu. Keterlibatan perangkat Kampung sangat membantu jalannya organisasi pemuda sehingga permasalahan yang timbul bisa diselesaikan bersama.
Peran Kelima, Memperkuat unsur keuangan organisasi. Pendanaan organisasi adalah ruh yang menggerakkan organisasi disamping anggota dan semangat bersatu dan membangun Kampung, “kalau tidak ada duit ya susah brow” keuangan organisasi bisa diperoleh dari iuran anggota atau sumbangan, sumbangan bisa dari perseorangan maupun institusi misalnya dari Pemerintah Kampung melalui kegiatan yang dibiayai dari APBKampung.
Peran Keenam, Mengingat pemuda sebagai Agent Of Change dan Agen Controlling, tantangan dalam proses pembangunan Kampung kedepannya sangat di perlukan pemuda dalam mengawasi serta mengontrol kebijakan maupun pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah Kampung. Karena selain pemuda memiliki idealisme tinggi, juga tidak banyak memiliki kepentingan terselubung dalam melakukan aktivitasnya. Maka dari itu penulis berharap dengan adanya artikel ini pemuda dapat ikut sadar dan berperan dalam suatu pembanguan Kampung kedepanya. Mulai dari proses Perencanaan, Penganggaran, Pelaksanaan, Pelaporan dan pertanggungjawaban.
Sruput dulu kopinya.......
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 1,068,727,000 | Rp. 803,037,404 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 1,091,704,000 | Rp. 800,306,340 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 22,977,000 | Rp. 22,977,000 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 672,248,000 | Rp. 556,478,088 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 28,415,000 | Rp. 0 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 359,304,000 | Rp. 237,799,316 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 8,760,000 | Rp. 8,760,000 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 385,370,040 | Rp. 205,549,440 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 366,757,560 | Rp. 298,231,500 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 40,522,400 | Rp. 20,906,400 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 198,254,000 | Rp. 183,219,000 |
Anggaran
|
Realisasi
| Rp. 100,800,000 | Rp. 92,400,000 |
Kirim Komentar